UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN
2010
ABSTRAK
Agustin Setyowati*Herry Suswanti Djarot, SKM,M.Kes**Ni Luh Sumini, SSiT**
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI RB YKWP (Studi Kasus di Desa Kangkung Senggrong, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak Tahun 2010).
(xvii + 52 halaman + 8 tabel + 1 gambar + 8 lampiran)
Latar Belakang: angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Demak pada tahun 2009 adalah AKI tertinggi di Provinsi Jawa Tengah, tercatat 32 ibu meninggal dari 22.368 kelahiran hidup. Penyebab terbesar AKI meningkat adalah perdarahan dan pre eklampsia yaitu suatu kondisi dimana ibu hamil mengalami kenaikan tekanan darah yang disertai sakit kepala yang hebat dan penglihatan kabur, diduga ibu hamil tidak mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan. Hal ini disebabkan rendahnya tingkat pendidikan yang mempengaruhi kualitas kesehatan karena minimnya pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. Kenyataan ini merupakan gambaran keterpurukan hak-hak kesehatan reproduksi perempuan, padahal apabila tanda bahaya kehamilan tidak diketahui dan dideteksi secara dini maka dapat menyebabkan kematian pada ibu dan bayi secara langsung.
Tujuan: untuk mengetahui adanya hubungan karakteristik ibu hamil primigravida dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan di RB YKWP Desa Kangkung Senggrong, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak Tahun 2010.
Jenis penelitian: yang digunakan adalah jenis penelitian analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 28 ibu hamil primigravida dengan kriteria sampel meliputi umur, pendidikan, dan pendapatan. Teknik sampling yang digunakan adalah jenuh, wawancara dan angket sebagai instrumennya.
Hasil: yang diperoleh adalah sebagian besar ibu hamil primigravida belum mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang menyatakan ada hubungan yang signifikan antara umur dengan p value sebesar 0,010, pendidikan dengan p value sebesar 0,009, dan pendapatan dengan p value sebesar 0,007 dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan.
Saran: sebaiknya tenaga kesehatan terdekat baik Puskesmas dan RB memberikan penyuluhan secara intensif dan merata tentang tanda bahaya kehamilan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan bertanya secara langsung tentang hal-hal mengenai tanda bahaya kehamilan yang belum diketahui.
Kata Kunci : pengetahuan, umur, pendidikan, pendapatan
Kepustakaan : 50 (2000-2010)
NURSING AND HEALTH FACULTY
PROGRAM OF STUDY D III MIDWIFERY
2010
ABSTRACT
Agustin Setyowati*Herry Suswanti Djarot, SKM, M.Kes**Ni Luh Sumini, SSiT**
THE CORRELATION OF PRIMIGRAVIDA PREGNANCY WOMAN CHARACTERISTIC WITH ACQUAINTANCESHIP LEVEL ABOUT PREGNANCY JEOPARDY IN RB YKWP (Case analytics in Kangkung Senggrong Village, Mranggen Subdistric, Demak Regency)
(xvii+52 page+8 tables+1 pict.+8 attachment)
Background: The Rate for Pregnancy Woman death in Demak Regency year 2009 was the highest rate in Central Java Province, 32 pregnant woman reported dead from total 22.368 life birth. The big reasons of increasing that rate were blood-spattered and pre-eclamps (the condition of pregnant woman were increasing the blood pressure followed hard headache and blur eyesight. It was assumed the pregnant woman did not know about pregnancy jeopardy. This condition was caused of the minimum acquaintance level about pregnancy jeopardy that influence the health quality. This reality is the worst depiction of woman reproduction health rights, whereas if this problem was unspecified and undetected will trigger the death for both of pregnant woman and the baby/fetus directly.
Objective: To find out the correlation of primigravida pregnancy woman characteristic with acquaintance level about pregnancy jeopardy in RB YKWP, Kangkung Senggrong Village, Mranggen Subdistric, Demak Regency year 2010.
Type of Research: The method that was used is Analytics Research with ‘Cross Sectional Approach’. The 28 pregnant woman population was in age, education and income criteria pervade. Taster technique is ‘saturated’. Interview and questionnaire being the instrument.
Results: It was attained the majority of pregnant woman did not know about pregnancy jeopardy. This assertion based on the research which affirms there was a significant correlation between age with P value about 0,0010, education with P value about 0,009, income with P value about 0,007 measure up to acquaintance level for pregnancy jeopardy.
Suggestion: The nearest medical objector should give intensive and comprehensive elucidation for pregnancy jeopardy to the society, hopefully society have enough knowledge and can ask directly for everything conducted with pregnancy jeopardy that still unknown yet.
Keyword : acquintance, age, education, income
Literature : 50 (2000-2010)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar